Sabtu, 12 Januari 2013

Berharap PSSI dan KPSI Berdamai

Barangkali kita masih bisa membela diri atas merosotnya preastasi ini. Pola pembinaan kita masih kalah jauh jika dibandingkan dengan negara lain. Untuk bisa berprestasi itu obatnya adalah bekerja dengan giat serta kompaknya sebuah tim. Tetapi bagaimana kalau kekompakan itu sudah tidak ada?

Inilah yang menjadi persoalan super rumit yang sedang kita hadapi. Kekompakan hampir tidak ada. Kalau ada pun perlu kita pertanyakan. Sengaja saya katakan kalau tidak adanya kekompakan itu terjadi itu secara umum. Antara pengurus dan pemain atau skala besar maupun skala kecil kekompakan itu tidak pernah ada. Bayangkan, pada level kepengurusan dan kompetisi saja kita sangat “hebat”. Ada dua lembaga juga dua kompetisi yang keduanya tersebut berbeda aliran. Hebat, bukan? Pada areal kepengurusan misalnya, kita memiliki dua kepengurusan. Ada yang menyebutnya PSSI dan satunya adalah KPSI. Masing-masing menggelar kompetisi berbeda. Dengan [by bangancis] ketidakkompakan pada level pengurus ini saja efeknya lumayan bikin runyam. Tingkat bawah otomatis akan ikut terbelah juga termasuk para pemain, terpecah belah baik sikap mapun pikiran. Jika sudah begini, barangkali prestasi apa yang bisa kita raih dengan situasi berantakan seperti ini? Hanya keajaibanlah jawabannya. Tapi dari mana? Dari Hongkong?!!!

Selenkapnya di bangancis.web.id



Artikel Terkait:

0 komentar:

Poskan Komentar